MENSYUKUTRI NIKMAT KEMERDEKAAN DENGAN UPACARA
Negara kita, Indonesia, merayakan hari jadinya yang ke-77.
Bukan lagi usia muda
bagi bangsa dan negara.
Kemandirian tidak terlepas dari pengabdian jiwa pahlawan kepada agresor. Ini
tidak lain adalah kemerdekaan negara
kita untuk kepentingan negara kita, Indonesia.
Apa yang telah diajarkan kepada kita sangat luar biasa. Di balik setiap rangkaian acara yang diadakan selama ini adalah rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Kita semua tahu bahwa mensyukuri nikmat adalah kewajiban yang harus dilakukan setiap individu. Kita wajib mensyukuri nikmat apapun yang telah diberikan kepada kita, apapun itu.
Bahkan dalam Ihya’ Ulumuddin Imam Abu Hamid Al-Ghazali tegas menyatakan
:
“Ketahuilah… Seseorang tidak dikatakan bersyukur
selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk
mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat
pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal
yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya
sebagaimana bila ia mengabaikan nikmat tersebut karena artinya ia telah
menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai
kehidupan bahagia. [ Ihya’ ‘Ulumuddin vol 4/88].
Dengan rasa syukur kami, semoga dengan mengenang jasa para pahlawan
kita dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia, kami berharap dapat
menyebarkan sukacita yang Tuhan berikan kepada bangsa ini dalam Firman-Nya.
وَاِذْ
تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ
اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memaklumkan:”Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [QS. Ibrahim
ayat 7]
oleh :AHMAD QOMARUDDIN , Santri aktif pondok pesantren Al-Hikmah

0 Komentar